Cinta………………
Kenapa harus ada cinta di dunia ini…..???????
Hingga banyak orang yang akan merasakan cinta.
Merasakan kegagalan cinta,
Merasakan sakit hati,
Merasakan lemah,
Merasakan putus cinta,
Merasakan penderitaan cinta,
Merasakan kebahagiaan,
Merasakan keberhasilan cinta,
Merasakan senang,
Merasakan semangat,
Merasakan bisa tersenyum dan menangis,
Semua itu hanya karena cinta………….
Bagi orang yang merasakan cinta berhpihak padanya
Cinta adalah anugrah.
Namun bila cinta membuatnya menderita dan tak berpihak padanya
Cinta adalah neraka yang terus menyiksanya.
Cinta adalah segalanya yang bias membuat insan
Merasakan kebahagiaan dan penderitaan.
Cinta bisa membuat orang gila dan juga biasa membuat orang menderita.
Bagi semua yang merasakan cinta, siap lah untuk merasakan sakit.
Karena ia akan datang tanpa permisi……….
Semua karena cinta……………………………………………………….
Baca Selengkapnya... »»  

PENDAHULUAN

            Administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan prilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif. Administrasi pendidikan merupakan suatu proses kegiatan atau rangkaian perbuatan yang diselenggarakan dalam rangka usaha kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Perlu kiranya ditambahkan bahwa setiap pemimpin pendidikan, terutama kepala sekolah, hendaknya mengetahui bahwa masyarakat sebagai lingkungan sosial besar pengaruhnya terhadap sikap dan cara-cara kerja para karyawan, guru-guru, dan juga dia sendiri sebagai pemimpin.

Dalam pembahasan makalah ini dikemukakan bahwa hubungan sekolah dan masyarakat merupakan salah satu bidang garapan administrasi pendidikan. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini penulis merasa perlu untuk menguraikannya secara lebih terinci. 

PEMBAHASAN

A. Sekolah sebagai sistem sosial dan lingkungan eksternal

            Istilah “sekolah” disini merupakan konsep yang luas, yang mencangkup baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Sedangkan istilah “masyarakat” merupakan konsep yang mengacu kepada semua individu, kelompok, lembaga atau organisasi yang berada diluar sekolah sebagai lembaga pendidikan.[1]
           
1.      Pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat.
Pandangan filosofis tentang hakikat sekolah itu sendiri dan hakikat masyarakat, dan bagaimana hubungan antara keduanya.
a)      Sekilah adalah bagian yang integral dari masyarakat; ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dalam masyarakat.
b)      Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
c)      Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan.
d)     Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkolerasi; keduanya saling   membutuhkan.
e)      Masyarakat adalah pemilik sekolah; sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.

2.   Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat.
Mengenai tujuan sekolah dan masyarakat, T. Sianipar meninjaunya dari sudut kepentingan kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan kedua sekolah dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Ditinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan  penyelenggaraan hubungan masyarakat bertujuan untuk:
a.       Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
b.      Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
c.       Memperlancar proses belajar-mengajar.
d.      Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.

Secara konkrit tujuan diselenggarakannya hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
a)      Mengenalkan pentingnya sekolah dan masyarakat.
b)      Mendapatkan dukungan dan bantuan sekolah maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
c)      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah.
d)     Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
e)      Mengembangkan kerja sama  yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.

Menurut Elsbree dan McNally, bermacam-macam tujuan seperti dikemukakan diatas dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok:
a)      Untuk mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak.
b)      Untuk mempertinggi tujuan-tujuan dan mutu kehidupan masyarakat.
c)      Untuk mengembangkan pengertian, antusiasme masyarakat dalam membantu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

a)      Mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak.
            Makin majunya konsep-konsep pendidikan menunjukkan kepada para pendidik, terutama guru-guru disekolah, agar pendidikan dan pengajaran tidak lagi subject matter centerd, tetapi hendaknya community life centerd. Konsep pendidikan yang demikian mengandung implikasi-implikasi yang berhubungan dengan masyarakat, seperti antara lain:
1.  Personel sekolah, terutama guru-guru, hendaknya mengetahui benar-benar kondisi-kondisi masyarakat lingkungan hidup anak-anak yang sangat penting bagi program pendidikan seperti lingkungan alam tempat anak itu hidup, macam-macam masalah pendidikan yang timbul di dalam masyarakat itu, adat istiadat dan kepercayaan masyarakat, keadaan penghidupan dan ekonomi mereka, kesempatan dan sarana rekreasi bagi anak-anak.
2.  Kepala sekolah dan guru-guru hendaknya selalu berusaha untuk dapat bekerja sama dan memanfaatkan sumber-sumber didalam masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah.
3.  sekolah hendaknya dapat bekerja sama dengan organisasi-organisasi dan instansi lain didalam masyarakat yang mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan anak-anak.
4.  guru-guru hendaknya mengikuti perkembangan masyarakat dan selalu siap memahami dan mengkaji sumber-sumber masyarakat yang dapat dimasukkan kedalam rencana perkembangan pendidikan.

b)   Meningkatkan tujuan dan kehidupan masyarakat.
            Didalam masyarakat demokratis, sekolah seyogyanya dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan-perubahan masyarakat didalam bidang-bidang kehidupan ekonomi, kebudayaan, teknologi, ketingkat yang lebih tinggi.
Sekolah pembangunan harus dapat memenuhi persyaratan sbb (Prof. Dr. Bachtiar Rifai dan Ir. S. Sudarmadi, M. Sc)  
1.  Sesuai dengan azas pendidikan seumur hidup, sekolah hendaknya mempunyai dwifungsi: mampu memberikan pendidikan formal dan juga pendidikan pendidikan nonformal, baik untuk para pemuda maupun untuk orang dewasa pria-wanita.
2.  Sekolah hendaknya mempunyai kurikulum, metode mengajar, serta evaluasi dan program yang menyenangkan, merangsang dan cocok dengan tujuan pendidikan.
3.  Sekolah hendaknya merupakan bagian integral dari masyarakat sekitarnya dan berosientasi kepada pembangunan dan kemajuan.
4.  Sekolah hendaknya mempunyai mekanisme untuk menjamin terpeliharanya dialog yang kontinyu antara orang-orang tua murid-masyarakat. Dan juga dialog intera sekolah dan antar sekolah.

b)      Mengembangkan pengertian, antusiasme, dan partisipasi masyarakat.
            Pada umumnya masih belum menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab pendidikan anak-anak adalah juga tugas dan tanggung jawab masyarakat disamping sekolah dan pemerintah. Seperti yang dikemukakan oleh Menteri P dan K Mashuri, S. H. sebagai berikut: “Sekolah itu hendaknya merupakan bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan azas pendidikan seumur hidup, sekolah itu hendaknya mempunyai dwifungsi: mampu memberikan pendidikan formal maupun nonformal, baik untuk para pemuda maupun  untuk orang dewasa pria-wanita.

3.   Jenis-jenis hubungan sekolah dan masyarakat
            Hubungan kerja sama antara sekolah dan masyarakat itu mengandung arti yang luas mencakup beberapa bidang. Bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pendidikan anak-anak dan pendidikan masyarakat. Hubungan kerja sama sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan yaitu:
a)      Hubungan edukatif yaitu hubungan kerja sama dalam bidang mendidik/murid, antara guru disekolah dan orang tua didalam keluarga.
b)      Hubungan kultural yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada.
c)      Hubungan institusional yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah.

4.  Masyarakat adalah lingkungan sosial
            Didalam ilmu pendidikan dan dalam psikologi kita mengenal adanya jua jenis lingkungan (environment), yaitu lingkungan alam (Physical environment) dan lingkungan sosial (social environment). Yang dimaksud dengan lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti rumah, air, iklim, daerah pegunungan, daerah pantai keadaan flora dan fauna. Sedangakan yang dimaksud dengan lingkungan sosial adalah semua orang baik yang mempengaruhi kita, termasuk cara pergaulannya, adat istiadatnya, agama dan kepercayaannya.
                Di dalam salah satu tulisannya, Dr. Siswojo isi lingkungan sosial dapat di kelompokan menjadi empat kategori yang satu sama lain saling berkaitan:
1.      Fisik, teknologi, dan sumber manusia (physical, technological, and resources).
2.      Sistem hubungan keluarga dalam masyarakat (relational system in the community).
3.      Jaringan-jaringan organisasi (the network of Organizations).
4.      Cara-cara berpikir, kepercayaan dan nilai-nilai (patterns of thought, belief, and values) yang ada dan dianut oleh masyarakat.
            Untuk dapat melaksankan kegiatan-kegiatan dalam rangka hubungan sekolah dan masyarakat dengan lebih evektif, maka kepala sekolah dan guru-guru perlu mempelajari dan memahami keempat isi lingkungan sosial tersebut diatas yang ada dimasyarakat lingkungan sekolah tempat mereka bekerja.
KESIMPULAN
Suatu tingkat konseptual yang lebih tinggi pada semua ilmu, seperti ilmu alam, biologi, prilaku, maupun sosial memperoleh manfaat dengan membuat model-model. Marvin E. Olsen menyatakan bahwa suatu model adalah suatu abstraksi tetapi menggambarkan secara sederhana dari beberapa phenomena nyata, dan digunakan untuk meningkatkan pengertian kita tentang phenomena nyata, dan digunakan untuk meningkatkan pengertian kita tentang phenomena tersebut. Kegunaan model juga mempermudah analisis kita karena konsep-konsep dan simbul-simbul abstraksi adalah mempermudah untuk memainkan dan secara internal lebih konsisten dari pada observasi individual.[2] 
1. Definisi system sosial
            Suatu sistem sosial adalah sesuatu yang lebih dari kumpulan elemen-elemen (subsitem) dan aktivitas dalam keterkaitan yang merupakan suatu kesatuan sosial. Definisi ini menunjukkan bahwa sistem sosial timbul karena memiliki sifat dan tujuan yang lebih dari kumpulan komponen maupun hubungan antar komponen tersebut.
2. Elemen-elemen system sosial
           Model yang dipergunakan oleh harapan lembaga, tujuan kelompok, dan kebutuhan-kebutuhan individual.

























































DAFTAR PUSTAKA

Annur, Saipul, 2008. Administrasi Pendidikan.  Jakarta: Grafika Tolendo Press.

Ahamd, Mufti,. 2005. Administrasi Dan Pendidikan. Palembang: IAIN Raden Fatah Press.

Burhanuddin, Yusak,. 2005.Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Purwanto, Ngalim. 2007. Administrasi Pendidikan Dan Suvervsi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karyta.

Sutaryadi. 1993. Administrasi Pendidikan, Bandung: Usaha Nasional.


[1] Drs. M. Ngalim,. Administrasi Dan Suvervisi Pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya. Bandung: 2003. hlm.188.
[2] Drs. Sutaryadi, MPD. Administrasi Pendidikan, Usaha Nasional, Bandung:1993, hlm:26
Baca Selengkapnya... »»  
A.    PENGERTIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
            Kata sejarah dalam bahasa Arab disebut tarih, yang menurut bagasa yaitu ketentuan masa. Sedangkan menurut istilah yaitu keterangan yang terjadi dikalanganya pada nasa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada. Kemudian yang dimaksud dengan ilmu tarih adalah suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan dan kejadian-kejadian yang telah lampau maupun yang sedang terjadi dikalangan umat.[1]
            Dalam bahasa inggris sejarah disebut history yang berarti pengalaman masa lampau dari pada umat manusia “the past experience of mankind”.[2] Menurut Sayid Quthub, sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa-peristiwa itu dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat.[3]
            Dari penjelasan sejarah diatas, maka dapat dapat dirumuskan pengertian tentang Sejarah Pendidikan Islam sebagai berikut:
1.    Keterangan mengenai pertumbuhab dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang.
2.    Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun dari segi institusi dan operaniolisasi sejak zaman Nabi Muhammad sampai sekarang. Untuk dapat mengetahui dan memahami pengertian dari Sejarah Pendidikan Islam hendaklah kita mengetahui makna Sejarah Pendidikan Islam itu sendiri.[4]
            Dikutip dari buku Sejarah Peradaban Islam editor Siti Maryam, dkk. Pengertian sejarah secara etimologi berasal dari kata bahasa arab Syaja’ah artinya “pohon kehidupan”, makna sejarah paling sedikit memiliki dua kosep terpisah yaitu sejarah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau. Keseluruhan pengalaman, keseluruhan pengalaman manusia dan sejarah sebagai suatu cara yang dengannya fakta-fakta diseleksi, diubah-ubah, dijabarkan dan dianalisis.[5]
            Sedangkan pengertian dari pendidikan Islam yaitu menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi “pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan ketrampilannya. Karena pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam dan perang dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.[6]
            Pendidikan Islam menurut Dr. H. Maksum M yaitu segala proses pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, sunnah Nabi, perkataan dan perbuatan sahabat, ijtihad para ulama. Untuk membentuk kepribadian muslim yang tangguh dan mampu mengatasi masalah-masalah di kehidupanya dengan cara Islam, sehingga sehingga tercapai tujuan akhir yaitu bahagia dunia akhirat dan akhirat dengan Ridho Allah.[7]
            Dilhat dari pengertian sejarah dan pendidikan Islam diatas dapat ditarik kesimpulkan bahwa Sejarah Pendidikan Islam adalah sejarah atau kejadian masa lampau yang terjadi pada zaman Rasulullah yang muncul dan berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri.[8] yang kemudian perkembangan selanjutnya pada masa Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah dan Abbasiyah sampai jatuhnya kota Bagdad dan lenyapnya Khalifah Islam yang terakhir di Istambul pada tahun 1924.[9] 
B.     RUANGLINGKUP SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
Ruang lingkup yang mencakup tentang sejarah pendidikan Islam antara lain:
·         Objek dan Metode Sejarah Pendidikan Islam
            Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian tentang peradaban bangsa. [10] Maka objek sejarah pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik formal, informal, maupun non formal.
            Mengenai metode yang dipergunakan dalam rangka penggalian maupun penulisan sejarah pendidikan Islam itu sendiri ada dua macam yaitu metide mencari informasi atau data dan metode penulisan sejarah itu sendiri.
·         Dalam mencari informasi atau data metode yang digunakan ialah:
Ø  Metode Lisan, dengan metode ini pelacakan suatu objek sejarah dengan menggunakan interview.
Ø  Metode Observasi, dalam hal ini objek sejarah diamati secara langsung.
Ø  Metode Dokumentasi, metode ini berusaha dengan mempelajarinya secara cermat dan mendalam segala catatan dan dokumen tertulis.
·         Sedangkan dalam penulisan sejarah pendidikan Islam metode yang digunakan adalah:
Ø Metode Deskriptif,
                  Adalah bahwa ajaran-ajaran Islam, sebagai agamayang dibawa Rasulullah SAW dalam Qur’an dan hadits, terutama yang berhubungan dengan pengertian pendidikan, harus diuraikan sebagaimana adanya, dengan maksud untuk memahami makna yang terkandung dalam ajaran tersebut.
Ø  Metode Komparatif,
                  Adalah bahwa ajaran-ajaran Islam itu di Komparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam kurun-kurun serta di tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu, sehingga, diketahui pula adanya garis yang tertentu yang menghubungkan pendidikan Islam dengan pendidikan yang dibandingkan.
Ø  Metode dengan Pendekatan Analisis-Sintesis,
                  Analisis artinya secara kritis membahas, meneliti istilah-istilah, pengertian-pengertian yang diberikan oleh Islam, sehingga diketahui adanya kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam dan sintesis dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan yang diambil guna memperoleh suatu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulisan sejarah pendidikan Islam.[11]

C.    KEGUNAAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
            Secara umum sejarah mengandung kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia.[12] Oleh sebab itu kegunaan sejarah pendidikan Islam meliputi dua aspek, yaitu kegunaan yang bersifat umum dan kegunaan yang bersifat akademis.
1.       Bersifat Umum, sejarah pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai keteladanan. Seperti tersirat dalam al-Qur’an dan Al-hadits.
2.       Bersifat Akademis, kegunaan sejarah pendidikan Islam selain memberikan pembendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan (teori dan praktek) juga untuk menimbulkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan Islam terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu tekhnologi. Dalam Silabus Fakultas Tarbiyah IAIN, kegunaan studi sejarah pendidkian Islam diharapkan dapat:
a)    Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikna Islam, sejak zaman lahirnya sampai sekarang.
b)   Mengambil manfaat dari proses [endidikan Islam, guna memecahkan problematika pendidikan Islam pada masa kini.
c)    Memiliki sifat positif terhadap perubahan-perubahan sistem pendidikan.
            Selain hal diatas, kegunaan sejarah pendidikan Islam juga sangat penting bagi para pelajar, agama dan para pemimpin. Karena dengan mempelajari sejarah pendidikan Islam kita dapat mengetahui, sebab-sebab kemajuan Islam yang disebabkan dalam hal mengajar dan mendidik dan sebab-sebab kemunduran Islam, dikarenakan salah dalam mendidik dan mengajar.[13]


D.    PRIODISASI PENDIDIKAN ISLAM
            Secara garis besar Dr. Harun Nasution membagi sejarah Islam kedalam 3 periode, yaitu periode klasik, pertengahan dan modern.[14] Kemudian perincinnya dapat dibagi menjadi lima masa, yaitu:
1.       Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M).
2.       masa Khalifah yang ke empat (632-661 M).
3.       Masa kekuasaan Umayyah di Damsyik (661-750 M).
4.       Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750-1250 M).
5.       mMasa dan jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M sampai sekarang.
            Selanjutnya pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam ini, akan dibagi kedalam lima periode, yaitu:
a)         Periode pembinaan pendidikan Islam, yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad SAW.
b)      Periode pertumbuhan pendidikan Islam.
c)       Periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam.
d)      Periode kemunduran pendidikan Isla.
e)       Periode pembaharuan pendidikan Islam.
            Pembagian periodesasi dalam pendidikan tersebut, dimaksudkan hanyalah sebagai usaha untuk memudahkan urutan pembahasan saja. Suatu peristiwa sejarah selalu berkaitan dengan peristiwa-peristiwa lainnya, baik yang sebelum, yang semasa maupun yang sesudahnya.


[1] H. Munawar Cholil, Kelengkapan Tarih Nabi Muhammad SAW, Bulan Bintang, Jakarta, 1969. Hal 15
[2] Ensyclopedia Americana, Volt 14.
[3] Sayid Quthub, Konsepsi Sejarah Dalam Islam, Yayasan Al-Amin, Jakarta, t t. Hal 18
[4] Dra. Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara, 1995. Hal 2
[5] Zianudin Sardar, Rekayasa Masa Depan Peradaban Muslim, Mizan, Bandung, 1989. Hal 208
[6] Yusuf Al-Qardhawi, Pendidikan Islam dan Maddrasah Hasan Al-Bana, Bulan Bintang, Jakarta, 1980. Hal 39
[7] Siti Maryam, Sejarah Peradaban Islam dari Masa Klasik hingga Modern, Jakarta, t t. Hal 4
[8] Maksum, Madrasah Sejarah dan Perkembangan, Jakarta, Logos Wacana Ilmu, 1999. Hal 7
[9] Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Hidakarya Agung, Jakarta, 1992. Hal 3
[10] Ensyclopedia Americana, Volt 14
[11] Dra. Zuhairini, dkk., opcit, hal 4
[12] H. Munawir Cholil, opcit, hal 20-21
[13] Dra. Zuhairini, dkk., opcit, hal 5-6
[14] Dr. Harun Nasution, Pembaharuan dalam Pslam: Sejarah Pemikiran dan Grrakan, Bulan Bintang, Jakarta, 1975. Hal 11s
Baca Selengkapnya... »»  

Ku tutup mata ku dari smua pandangan ku,

Bila melihat mata mu, ku yakin ada cinta ketulusan hati, yg mengalir lembut,

Penguasa alam tolonglah pegangi aku,

Biar ku tak jatuh pada sumur dosa,

Yang terkutuk dan menyesatkan cintaku,

Andaikan ku bisa lebih adil pada cinta kau dan dia,

Aku bukan Nabi yang bisa sempurna ku tak luput dari dosa,

Biarlah ku hidup seperti ini takdir cinta harus begini,

Ada kau dan dia bukan ku yg mau,

Oh tuhan tuntunlah hatiku..........

Penguasa alam tolonglah pegangi aku,

Biar ku tak jatuh pada sumur dosa,

Yang terkutuk dan menyesatkan cintaku,

Andaikan ku bisa lebih adil pada cinta kau dan dia,

Aku bukan Nabi yang bisa sempurna ku tak luput dari dosa,

Biarlah ku hidup seperti ini takdir cinta harus begini,

Ada kau dan dia bukan ku yg mau,

Oh tuhan tuntunlah hatiku.........
Baca Selengkapnya... »»  
a
s